Selasa, 03 Agustus 2010

Persik Kediri Hindari Miskomunikasi , Pisahkan John-Byungyul

Salah satu kunci sukses Persik mengalahkan Persipura di perebutan tempat ketiga Piala Indonesia (PI) lalu adalah dengan perombakan di lini belakang. Sehingga tanpa kehadiran Harianto di lini pertahanan, hal itu tak menjadi masalah. Gawang Macan Putih sukses tak jebol meski digempur oleh para pemain Mutiara Hitam.

Perombakan itu bisa jadi akan terus dipertahankan saat Persik menjamu Persebaya di laga tunda 5 Agustus blusa. "Saya memang melakukan perubahan kecil tapi mendasar," kata pelatih Persik Agus Yuwono kepada Radar Kediri. Perubahan tersebut adalah dengan memisahkan dua stopper yang biasa berduet di belakang. Yakni O.K. John dan Na Byungyul. "Saat lawan Persipura keduanya sengaja saya tempatkan terpisah," lanjut pelatih asal Malang tersebut.

John tetap pada posisinya sebagai bek tengah. Sedangkan Byungyul yang turun sebagai pemain pengganti justru ditempatkan sebagai striker. Dia menjadi pemain yang mengisi kekosongan posisi striker akibat cederanya Zhang Shuo, Saktiawan Sinaga dan Yongki Aribowo yang mengalami gangguan perut saat pertandingan tersebut.

Agus mengaku punya alasan kuat kenapa memisahkan kedua pemain tersebut. Dari hasil analasisinya selama ini, kedua pemain tersebut sering miskomunikasi. Salah satu buktinya Persik menjadi tim yang paling sering kebobolan. "Keduanya terkendala bahasa karena berasal dari negara yang berbeda. Sehingga menurut saya hal itu yang membuat sering miskomunikasi," sebut pelatih yang sempat dikabarkan akan berlabuh ke Persijap Jepara tersebut.

Agus juga membatan jika kedua pemain tersebut terlibat masalah pribadi. Sehingga harus dipisahkan. "Tidak, tim kondusif. Hanya miss saja," tegasnya. Dalam partai lawan Peripura tersebut, Agus sengaja memasang dominant para pemain lokal di belakang untuk menghidari salah komunikasi tersebut. Yakni Tito Purnomo, Gunawan Dwi Cahyo, O.K. John dan Mahyadi Panggabean. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar