Minggu, 29 Agustus 2010

Jaya Pertahankan Mekan dan O.K. John

Kehadiran Jaya Hartono di Persik Kediri membuat nasib para pemain lama Persik semakin jelas. Setelah beberapa pemain lokal dipertahankan oleh Jaya, kini pelatih berkumis tebal tersebut menyatakan akan mempertahankan dua pemain asingnya, yaitu Mekan Nashirov dan O.K. John.

"Saya akan mempertahankan Mekan dan O.K. John," terang Jaya seperti yang dilansir Radar Kediri.

Selama ini Jaya ternyata masih memantau kiprah Persik di pentas Superliga Indonesia, dan Jaya mengaku menyukai permainan kedua pemain asing tersebut. Kedua pemain tersebut juga tidak pernah bermasalah ketika berada di luar lapangan, hal itu juga menjadi pertimbangan Jaya dalam merekrut mereka.

"Saya selalu mengikuti perkembangan Persik. Saya melihat Mekan dan John ini adalah pemain pekerja keras yang sangat dibutuhkan Persik. Saya tahu mereka juga tidak neko-neko," imbuh Jaya.

Dengan direkrutnya dua pemain asing tersebut, maka Persik membutuhkan satu sampai dua pemain asing lagi untuk bersaing di Divisi Utama Indonesia. Jaya sudah mengisyaratkan ingin merekrut Claudio Pronetto untuk melengkapi pemain asing Persik.

"Saya senang sekali kalau pemain seperti Claudio Pronetto bisa bergabung lagi dengan saya," kata Jaya.

Kamis, 26 Agustus 2010

Persik Pecundangi Persibo

 Seperti diprediksi awal, laga big match antara Persik Kediri kontra tim promosi Indonesia Super League (ISL) Persibo Bojonegoro pada Liga Jatim IX Piala Gubernur 2010 di Stadion Brawijaya Kediri, Rabu (25/8/2010) malam berlangsung menarik dan panas dengar aroma penuh gengsi.

Terbukti, pertandingan baru berjalan 40 menit di babak pertama sudah tiga gol tercipta. Untuk sementara, 'Macan Putih' mengungguli 'Laskar Angling Darmo' dengan skor 2-1.

Dalam pertandingan yang dipimpin oleh wasit Hasanuddin dari Sidoarjo, satu gol pembuka Persibo Bojonegoro dilahirkan oleh Iswandi pada menit ke-15. Namun, akhirnya dibalas oleh Persik Kediri melalui Aan Andik pada menit ke-22 dan diperbesar oleh Abdul Azis di menit ke-39.

Kedudukan 2 - 1 untuk Persik kediri ini bertahan hingga wasit meniup peluit babak pertama berakhir.

Pada babak kedua pertandingan semakin panas, serangan sih berganti dilakukan oleh kedua kubu, baik Persik Kediri maupun Persibo Bojonegoro. Dalam babak kedua ini Persik menambah pundi-pundi golnya dua, sementara Persibo Bojonegoro hanya menambah satu. Sehingga babak kedua berakhir kedudukan berubah menjadi 4 - 2 Persik kediri unggul atas Persibo Bojonegoro.

Walikota Umumkan Jaya Hartono Sebagai Pelatih Persik

Teka-teki siapa pelatih Persik Kediri untuk kompetisi tahun mendatang akhirnya terjawab. Ketua Umum (Ketum) Samsul Ashar mengumumkan secara resmi Jaya Hartono sebagai arsitek baru "Macan Putih".

Kabar ini disampaikan Walikota Kediri di press room, Rabu (25/8/2010) malam. "Setelah melalui rapat yang panjang dengan semua pengurus, akhirnya saya putuskan bahwa Jaya Hartono sebagai pelatih," kata Samsul Ashar di depan sejumlah wartawan.

Ada tiga alasan yang melatar belakangi keputusan itu. Antara lain, karakter mantan arsitek Persib Bandung itu yang sama dengan yang diinginkan orang nomor satu di Kota Tahu itu.

Alasan kedua adalah prestasi Jaya Hartoyo. Yakni, Jaya, sebutan Jaya Hartono pernah membawa Persik Kediri juara Divisi Utama pada tahun 2003. Dan alasan yang terakhir adalah kesanggupan Jaya untuk kembali membawa Persik Kediri ke ajang Indonesia Super League (ISL)

"Kalau targetnya tentu juara ISL. Maka, setelah keputusan ini, saya perintahkan Jaya Hartono agar segera membentuk tim. Meskipun keputusan ini agak terlambat. Namun, pastinya sebagai seorang pelatih, Jaya pasti membawa gerbong pemain," terang Samsul.

Ditanya nilai kontrak Jaya Hartono, Samsul enggan menjawab. Ia beralasan penyebutan nilai kontrak itu dianggap tidak etis.

Selasa, 24 Agustus 2010

Persik ke Enam Besar Liga Jatim

Kesebelasan Persik Kediri lolos babak enam besar Liga Jawa Timur ke-IX grup 3 di Stadion Brawijaya, Kediri, Senin malam (23/8).
Persik yang saat ini turun bertanding di divisi utama setelah degradasi dari Liga Super Indonesia tersebut mengalahkan tim tamu, PSBI Blitar dengan skor 3-1. Pertandingan yang berakhir Selasa dini hari itu meloloskan Persik ke babak selanjutnya.
Tiga gol yang mengantarkan Persik lolos babak enam besar Piala Gubernur tersebut disumbangkan oleh Aan Andik di menit ke-10, Tito Purnomo menit ke-69, dan terakhir Abdul Azis di menit ke-89. Satu-satunya gol dari PSBI diberikan Bambang Purwanto di menit ke-24.
Pertandingan di antara kedua tim tersebut berlangsung seru. Sejak peluit babak pertama dibunyikan wasit Solikin, kedua tim saling serang.
Aan Andik berhasil memanfaatkan bola liar di luar kotak penalti, dan mampu menjebol kandang PSBI yang dijaga Ali Imron di menit ke-10.
Namun, 14 menit kemudian, Bambang Purwanto berhasil menyamakan kedudukan dengan mampu menjebol kandang Persik yang dijaga Wahyudi, sehingga skor menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, Persik lebih mendominasi permainan. Serangan demi serangan terus digencarkan klub yang berjuluk "Macan Putih" tersebut.
Tito Purnomo berhasil menambah poin untuk Persik setelah memanfaatkan bola muntah di luar kota penalti. Tendangan jarak jauhnya mampu merobek gawang Ali Imron di menit ke-69.
Sundulan kepala Abdul Azis di menit ke-89 menjadikan poin penuh untuk Persik Kediri, sehingga skor di antara keduanya menjadi 3-1. Skor tersebut bertahan hingga babak kedua berakhir.
Pertandingan kali ini berjalan cukup panas. Wasit Solikin mengeluarkan dua kartu untuk dua pemain PSBI yaitu Ali Imron di menit ke-42 dan Andy Setyono di menit ke-42. Kedua pemain itu protes karena tidak terima dengan keputusan wasit yang memberikan vonis tendangan penalti kepada PSBI.
Walaupun gagal memanfaatkan tendangan penalti, pelatih Persik Kediri Aris Budi mengaku cukup puas dengan hasil pertandingan kali ini.
Saat ini, ia sedang mempersiapkan pertandingan ke depan melawan Persibo Bojonegoro, karena klub itu cukup membuat Persik kerepotan.
"Ini pertandingan `prestise`, karena Persik baru turun di Divisi Utama, sementara Persibo naik di Liga Super. Kami tidak ingin malu dengan kalah dari Persibo," katanya.
Pelatih PSBI M Arifin mengaku permainan Persik memang lebih baik. Pihaknya akan berupaya mengevaluasi segala kekurangan dari hasil pertandingan ini.
Sebelum pertandingan antara Persik Kediri melawan PSBI Blitar, pertandingan sepak bola Liga Jawa Timur juga sudah digelar antara PSMP Mojokerto Putra dengan Persibo Bojonegoro dengan skor akhir 0-0.

Senin, 23 Agustus 2010

Yongki & Musyafry Merapat Ke Arema

Manajemen Arema Indonesia mengaku sudah menemui kesepakatan dengan striker muda Yongki Aribowo dan mantan ujung tombak Persija Jakarta TA Musyafry untuk memperkuat tim Singo Edan pada kompetisi Superliga Indonesia mendatang.

Ketua Yayasan Arema Indonesia M Nur mengatakan, adanya kesepakatan dengan kedua striker tersebut membuat Arema kini sudah memiliki lima penyerang. Tanda tangan ikatan kontrak akan dilakukan dalam waktu dekat.

Hadirnya Yongki dan Musyafry berimbas kepada striker lainnya. Rahmad Affandi dikabarkan memilih bergabung ke Persib Bandung.

“Musyafry berjanji akan datang ke Malang pada hari Senin [23/8] atau Selasa [24/8]. Sedangkan Yongki baru bisa datang setelah menjalani pelatnas timnas senior,” ungkap M Nur.

Setelah melengkapi jumlah penyerang, kini manajemen Arema mengalihhlan fokus untuk menambah pemain di sektor tengah dan belakang. Pemain yang mengisi kedua pos itu dipastikan pemain lokal, mengingat Arema sudah melengkapi kuota legiun asingnya.

Persik Pilih Jaya Hartono

Persik Kediri tak menunggu terlalu lama untuk menentukan pelatih. Setelah sejumlah nama masuk ke manajemen, klub yang harus turun kasta musim depan dikabarkan telah menjatuhkan pilihan kepada Jaya Hartono. Namun hingga kini, kepastian perekrutan Jaya belum dirilis ke media.

Kepastian itu diperoleh dari salah satu sumber di internal Persik Kediri. Ketua Umum Persik Kediri Samsul Ashar lebih suka memakai tenaga Jaya Hartono dibanding pelatih lain. “Sudah ditentukan, tapi belum diumumkan. Tinggal menunggu waktu yang tepat,” kata sumber tersebut, Minggu (22/8/2010).

Menurutnya, Jaya mempunyai dua keunggulan dibanding pelatih lain. Pertama, Jaya sudah pernah menangani Persik dan membawa tim asal Kota Tahu itu juara Divisi Utama 2003. Kedua, harga kontrak yang disodorkan Jaya dikabarkan lebih kecil dibanding Benny Dolo atau Daniel Roekito.

“Memang ada pelatih lain yang kontraknya tak begitu mahal, yakni Aji Santoso. Tapi soal pengalaman ia (Aji) masih kalah dengan Jaya, terutama di Persik. Hingga saat ini, belum ada perubahan keputusan dan Jaya yang akan melatih Persik,” yakin sumber yang namanya enggan ipublikasikan itu.

Manajemen Persik tidak terlalu terburu-buru menentukan pelatih dengan pertimbangan kompetisi Divisi Utama tak seberat Liga Super. Dengan masih adanya sejumlah pemain lama, Persik tinggal menambah beberapa pemain anyar yang tidak harus pemain sekelas Liga Super.

Dikonfirmasi soal kabar tersebut, Humas Persik Kediri Nurmuhyar mengaku belum mendengar ada penentuan pelatih anyar. “Saya belum mendengar ada penentuan pelatih. Semua kan terserah Ketua Umum, jadi belum ada yang tahu siapa pelatih yang direkrut,” katanya.

Ketua Umum Persik Samsul Ashar memang menjadi pihak paling berwenang menentukan pelatih musim depan. Semua nama yang masuk ke manajemen Persik, diajukan terlebih dulu kepada Walikota Kediri itu sebelum akhirnya ditentukan siapa yang paling layak.

Sayang, hingga kemarin Jaya Hartono belum bisa dihubungi terkait kabar tersebut. Namun informasi yang santer terdengar, mantan pelatih Persib Bandung ini tak akan keberatan kembali ke Kediri. Setelah tidak diperpanjang di Persib, Jaya belum menentukan di klub mana akan melanjutkan kariernya.

Sejumlah klub, salah satunya Persebaya, sempat tertarik mendatangkan Jaya Hartono untuk kompetisi musim depan. Tapi melihat kedekatan emosional dan aspek sejarah, sangat wajar jika mantan asisten Daniel Roekito di Arema ini lebih memilih Kota Tahu. 

Sabtu, 21 Agustus 2010

Persik Kerucutkan Kandidat Pelatih

Persik Kediri kebanjiran lamaran pelatih, bahkan nama-nama top muncul disana. Diantaranya, Benny Dollo, Daniel Roekito, Freddy Mulli, Aji Santoso, Jaya Hartono. Semuanya adalah pelatih lokal yang tidak diperpanjang kontraknya oleh klub lamanya.

Dari semua pelatih itu, tampaknya Persik sudah mengkerucutkan pilihan mereka. Uniknya, tidak disebut nama mantan pelatih timnas [Benny Dollo] disana. Ketua Umum Persik, Samsul Ashar telah memilih Aji, Jaya atau Freddy Mulli sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi pelatih Persik musim depan.

"Saat ini kami sudah mengantongi tiga nama," ujar Samsul Ashar seperti yang dilansir beritajatim.

Tapi kans Freddy Mulli membesut Persik lebih tipis daripada keduanya, karena dikabarkan Freddy lebih memilih untuk membesut Persebaya Surabaya musim depan. Sedangkan kandidat terkuat adalah Jaya Hartono, karena sebagian besar persikmania menginginkan pelatih berkumis tebal tersebut membawa kembali kejayaan Persik seperti yang dilakukannya dulu.

Yongki Ingin Tinggalkan Persik

Terdegradasi ke Divisi Utama Liga Indonesia membuat Persik Kediri dipastikan bakal ditinggalkan sejumlah pemain pilarnya. Salah satunya adalalah striker muda Yongki Aribowo.

Kepada GOAL.com Indonesia usai mengikuti latihan tim nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Yongki mengungkapkan, ia memilih untuk meninggalkan Persik, karena ingin tetap berlaga di Superliga Indonesia.

“Ada beberapa alasan kenapa saya ingin meninggalkan Persik. Selain saya tetap ingin bermain di Superliga, saya juga sangat ingin masuk tim nasional senior dan junior. Tahun depan kan ada SEA Games,” ungkap Yongki.

“Kalau saya tetap bermain di Divisi Utama, maka kesempatan dipantau pelatih akan sangat kecil. Karena itu, saya ingin tetap bermain bersama klub Superliga. Ini bukan soal uang, tapi kesempatan masuk tim nasional.”

Ditambahkan, hingga saat ini sudah ada empat klub Superliga yang memberika tawaran untuk bermain bersama mereka. Dua diantaranya adalah Sriwijaya FC dan Persija Jakarta.

“Mungkin dalam waktu dekat akan ada pembicaraan dengan Persija. Sriwijaya FC juga sudah memberikan tawaran. Semuanya akan terjawab menjelang kompetisi dimulai,” kata Yongki.

Persik Tetap Target Lolos Enam Besar

Tugas berat diemban oleh para karteker pelatih Persik di ajang Piala Gubernur (PG) kali ini. Meski hanya mengusung para pemain Persk U21 dan persiapan yang sangat mepet mereka tetap diberi beban lolos ke babak selanjutnya.

"Bagaimanapun kami akan tetap berupaya agar bisa lolos ke babak enam besar," kata Sekretaris Umum Persik Barnadi.

Itu artinya, Macan Putih yang akan diperkuat Qischil Gandrumini dkk harus menduduki peringkat pertama atau kedua grup III. "Kekuatan sebenarnya masih berimbang. Tim lain juga memakai pemain muda atau pemain seleksi. Saya yakin Persik masih bisa lolos ke babak kedua," lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persik tergabung di grup III di ajang PG IX. Macan Putih yang hanya akan diperkuat para pemain muda tergabung dengan Persibo Bojonegoro, PSBI Blitar dan Mojokerto Putra (MP).

Bisa dibilang, dari empat tim yang memainkan laga di Stadion Brawijaya tersebut hanya Persibo yang persiapannya sudah matang. Skuad yang mereka miliki nyaris komplet dan berkekuatan tim ISL. Sedangkan PSBI Blitar dan MP sama-sama kurang persiapnnya dengan Macan Putih. "Kalau misalnya Persibo juara grupnya, Persik masih bisa masuk di runner up," kata Barnadi memetakan.

Sementara itu, akibat belum ditentukannya nama pelatih untuk musim depan membuat Persik terpaksa menunjuk karteker pelatih. Mantan pemain Persik Aris Budi ditunjuk sebagai karteker pelatih kepala. Dia dibantu oleh mantan bintang Persik Musikan, Saiful Bachri dan Imam Syafei sebagai asisten pelatih serta M. Andi Syukrian sebagai kiper.

Di ajang ISL U21 musim lalu, Aris adalah pelatih para pemain muda tersebut. Sehingga dia sudah paham kondisi timnya. "Selain itu, Aris sudah berlisensi B. Jadi sudah cukup untuk melatih sementara di ajang PG," katanya.

Sementara itu tadi malam menjadi ajang latihan pertama Persik untuk persiapan di ajang PG. Karena para pemain berpuasa, latihan digelar malam, usai salat tarawih di Stadion Brawijaya. Latihan rencananya juga menjadi ajang seleksi pemain. "Pemain yang minat ke Persik akan datang semua," janji Barnadi.

Tak hanya pemain lokal, menurutnya pemain yang datang juga para pemain asing. Sementara itu, Aris mengeluhkan persiapan timnya yang sangat minim untuk menghadapi ajang tersebut. "Kami hanya bisa latihan tiga kali, 18, 19 dan 20. Tanggal 21 sudah main," katanya kepada Radar Kediri. Meski sudah tahu para pemain, Aris mengaku harus kerja keras untuk mempersiapkan tim. "Sebab mereka lama tidak main bersama setelah ISL U21 selesai," katanya.

Jumat, 20 Agustus 2010

Yongki Makin Berpeluang di Timnas

Pelatih Tim Nasional Alfred Riedl sudah mencoret nama striker Boaz Salossa dari daftar pemain karena tak hadir tanpa kabar sejak pemusatan latihan dimulai 15 Agustus lalu. Hilangnya Boaz membuat Bambang Pamungkas satu-satunya penyerang senior yang tersisa di pelatnas. Tapi kondisi ini justru membuka peluang bagi para penyerang muda untuk mengisi kekosongan di lini depan.

Setelah Boaz dikeluarkan, tim nasional pada pelatnas tahap pertama ini hanya memiliki empat penyerang yaitu Bambang, M. Isnaeni, Yongki Ariwibowo dan Jaya Teguh Angga. Dari keempat pemain itu, hanya Bambang yang punya pengalaman bertanding sebagai pemain tim nasional termasuk di kancah internasional. Bambang pun masih disebut-sebut sebagai striker Indonesia terbaik saat ini.

Namun pemain muda seperti Yongki dan Jaya pun mampu menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang. Yongki, striker berusia 20 tahun yang bermain untuk Persik Kediri memiliki kemampuan dalam melakukan penetrasi saat penyerangan. Dalam sesi latihan, Yongki pun sudah menunjukkan bahwa ia memiliki kecepatan dan heading yang cukup bagus. Dalam simulasi pertandingan Yongki kerap membuat para bek kewalahan karena gagal menjaganya.

Jaya Teguh yang baru berusia 23 tahun juga memiliki kemampuan yang cukup bagus saat menjadi tandem bagi Bambang di lini depan dalam simulasi pertandingan. Sedangkan Isnaeni memang tidak seagresif Yongki dalam melakukan serangan, namun ia mampu membaca arah permainan dan melakukan umpan terobosan yang cukup akurat untuk mengoyak pertahanan lawan.

Memang belum bisa dipastikan siapa yang akan dipilih Riedl sebagai striker utama dalam timnya. Terlebih lagi, ini merupakan pelatnas tahap pertama dan belum terlihat penyerang dengan naluri mencetak gol tinggi dan memiliki penyelesaian akhir yang bagus. Asisten pelatih, Wolfgang Pikal, menyatakan Yongki memiliki kecepatan lebih baik daripada tiga penyerang lainnya.

"Soal stok striker, kemampuan untuk mencetak gol masih kurang padahal seorang striker harus memiliki shooting atau heading bagus. Mereka juga harus berlari cepat dan ketepatan penempatan posisi. Yongki punya kecepatan yang lebih baik. Kami yakin, Yongki akan maju karena dia masih mau belajar," kata Pikal.

Sabtu, 14 Agustus 2010

Fredi dan Yudi Berebut Kursi Pelatih Persik Kediri

freddymulli.jpg


KEDIRI - Usai melakukan pemutusan kerja kepada Agus Yuwono dari kursi kepelatihan Persik Kediri, sejumlah pelatih mulai merapat ke manajemen ‘Macan Putih’.

Seperti dilansir dari situs resmi beritajatim, saat ini sudah tersiar kabar bahwa ada dua nama yang muncul sebagai pengganti Agus Yuwono untuk kompetisi mendatang.

Dua nama itu adalah, Freddy Muli, mantan pelatih Persidafon Dofonsoro, Kabupaten Jayapura dan Yudi Suryata, pelatih PSBI Blitar.

Baik Fredi maupun Yudi rencananya akan melakukan presentasi dengan managemen, juga Ketua Umum Persik Samsul Ashar.

“Menurut kabar, malam ini mereka akan melakukan presentasi,” kata Wid, sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (14/8//2010)

Kedua pelatih itu memang tidak asing lagi di dunia persepak bolaan Nasional. Freddy Muli dikenal sebagai sosok pelatih muda “bertangan dingin” yang memiliki prestasi mumpuni saat membesut sejumlah tim. Antara lain, tahun 2002 — 2004 berhasil meloloskan skuad Persegi Gianyar ke Divisi Utama PSSI.

Tahun 2005 dia berhasil membawa Persik Kediri menempati posisi 3 Besar LSI Wilayah Timur. Tahun 2006 membesut Persebaya Surabaya menjadi juara Divisi I serta mengantar PSMS Medan menjadi finalis Liga Jarum tahun 2007-2008. 2007-2008.

Sedangkan Yudi juga pelatih yang sudah berlicensi A dan memiliki jam terbang yang tinggi dan pengalaman-pengalaman dia selama mengarsiteki team-team besar yang sekarang ini berlaga di super league. Antara lain Persipura jayapura, Persijap Jepara.

Namun, Humas Persik Nur Muhyar saat dikonfirmasi mengaku enggan untuk menjelaskan. Pria yang juga Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri itu mengaku belum tahu-menahu.

Bahkan, ketika ditanya mengenai pemutusan kontrak kerja Agus Yuwono melalui telepon, Nur Muhyar juga tidak mengetahuinya.

Jumat, 13 Agustus 2010

Yongky Aribowo Masih Setia di Persik

KEDIRI- Persikmania boleh sedikit lega meski persiapan Persik menghadapi musim depan jalan di tempat. Pasalnya, striker muda yang tengah naik daun Yongki Aribowo masih menyatakan kesetiannya bersama Macan Putih.

"Insyaallah masih di Persik," kata Yongki saat ditanya masa depannya bersama tim yang membesarkan namanya tersebut. Dia mengaku tak risau meski Macan Putih nantinya akan berlaga di ajang kelas dua, divisi utama.

Kepada Radar Kediri, Yongki juga membantah kabar bahwa dirinya saat ini sedang mengikuti seleksi bersama di Melbourne Victory FC. Tim asal Australia yang beberapa pekan terakhir dikabarnya terpikat dengan penampilan Yongki bersama Macan Putih. "Belum ada kontak tuh bang. Belum ada," tandas pemain asal Botoran, Tulungagung tersebut.

Dia juga membantah kabar bahwa dirinya sudah merapat ke kandang Persisam Samarinda. "Juga belum ada kabar dari Samarinda," bantah pemain kelahiran 1989 tersebut kemarin sore.

Tim asal Kalimantan Timur itu memang juga dikabarkan meminati Yongki Aribowo. Bahkan, sejumlah media asal pulau Borneo itu mengklaim bahwa pemain dengan nomor punggung tujuh tersebut 90 persen akan bergabung dengan Persisam. "Kabar dari mana bang, belum ada kok," elaknya lagi.

Pernyataan Yongki tersebut jelas sedikit melegakan Persikmania. Pasalnya Yongki bisa dibilang tengah menjadi ikon baru Persik setelah era Christian Gonzales berlalu. Kecepatan dan daya juang Yongki yang menggebu-gebu mendapat tempat tersendiri di hati Persikmania. Mereka jelas tak rela jika Yongki mengikuti jejak Gonzales dan Budi Sudarsono meninggalkan Persik.

Namun demikian, jika manajemen Persik tak segera mengikatnya, bisa jadi Yongki akan lepas ke tim lain. Seperti Mahyadi Panggabean yang akhirnya berlabuh ke Sriwijaya FC.

Agus Yuwono Dipecat Via Telepone

Kediri - Persik Kediri memecat pelatih Agus Yuwono secara sepihak. Parahnya lagi, pemecatan itu dilakukan manajemen tim ini hanya melalui telepon seluler (ponsel).

"Tadi malam ada salah seorang teman menyampaikan agar menghubungi Pak Barnadi, Sekretaris Umum (Sekkum) Persik, karena akan diajak menghadap Walikota Kediri sehabis solat tarawih. Ternyata, Pak Bar menghubungi saya bahwa Pak Wali tidak mau memperpanjang kontrak saya," cerita Agus Yuwono , Jumat (13/8/2010).

Mantan asiten pelatih Persela Lamongan itu mengaku sangat kecewa dengan kebijakan sepihak yang dilakukan manajemen. Ia menganggap bahwa walikota Kediri, selaku ketua umum Persik tidak profesional.

"Kenapa tidak walikota sendiri yang memberitahu, tetapi justu melalui seseorang yang tidak memiliki kapasitas. Apalagi, saya sudah mempersiapkan tim ini untuk kompetisi tahun mendatang karena dalam rapat dua bulan lalu saya sudah ditunjuk," keluh Agus Yuwono.

Pelatih asal Malang itu mengaku, atas keputusan sepihak itu, dirinya merasa dibuang. Ia tidak diberitahu hal apa saja yang menjadi kesalahannya selama ini.

Sayangnya, Humas Persik Nur Muhyar ketika dikonfirmasi mengenai pemecatan tersebut tidak dapat berkomentar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Agus Yuwono dan seluruh pemain Macan Putih telah habis masa kontraknya sejak 10 Agustus lalu. Sampai saat ini manajemen belum mencari pemain yang akan dikontrak untuk kompetisi mendatang. Bahkan, mereka dipastikan absen pada Liga Jawa Timur karena belum siap.

Tak Punya Pemain, Persik Absen di Liga Jatim

Persik Kediri memastikan diri absen dari Liga Jawa Timur 2010. Hingga kini tim tersebut belum memiliki formasi usai habisnya masa kontrak pemain dan pelatih tanggal 10 Agustus kemarin.

Sekretaris Persik Barnadi mengatakan pelaksanaan Liga Jawa Timur akan dimulai pada tanggal 20 Agustus mendatang. Idealnya saat ini Persik sudah harus memiliki skuad yang akan diterjunkan pada laga tersebut. “Sampai sekarang belum ada pemain yang dikontrak,” kata Barnadi, Kamis (12/8).

Kekacauan ini menurut dia merupakan dampak dari molornya pertandingan Persik-Persebaya yang sempat mengalami penundaan hingga tiga kali. Bahkan dalam pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Jakabaring Palembang kemarin kesebelasan Persebaya menolak hadir.

Barnadi sendiri mengaku belum mengetahui siapa-siapa pemain yang akan diperpanjang kontraknya atau tidak dalam kompetisi mendatang. Demikian pula dengan nasib sang pelatih Agus Yuwono yang sempat dikabarkan akan didepak dari skuad Macan Putih. “Hanya pemain yang berstatus pegawai negeri saja yang pasti tinggal,” katanya.

Barnadi sendiri berharap manajemen Persik bisa bergerak cepat untuk menentukan nasib kesebelasan itu selanjutnya. Apalagi sebelumnya Persik sempat menjuarai Liga Jawa Timur sebanyak empat kali.  

Selasa, 10 Agustus 2010

Agus Yuwono Ingin Bawa Persik Kembali ke ISL

Gagal menyelamatkan Persik Kediri dari jeratan degradasi, menjadi sebuah penyesalan bagi pelatih Agus Yuwono. Peringkat tiga Piala Indonesia (PI) 2010 pun belum mampu menutupi penyesalannya karena Macan Putih harus berlaga di Divisi Utama.

Pelatih asal Malang itu belum menentukan langkah selanjutnya. Sejumlah klub memang melayangkan penawaran setelah kontraknya bersama Persik telah habis pada 10 Agustus kemarin. Tapi Agus ternyata mengaku betah di Kediri.

Ada dua alasan yang melatari. Pertama, dirinya masih penasaran dan merasa berhutang setelah gagal menyelamatkan Macan Putih. Kendati statusnya hanya sebagai pelatih pengganti Gusnul Yakin, tapi rasa bersalah tetap dirasakan mantan asisten pelatih Persela.

“Dalam hati, saya masih merasa punya hutang ke Persik. Setelah degradasi, saya ingin bertanggungjawab dengan membawa tim ini kembali ke Indonesia Super League (ISL). Tapi itu semua tergantung keputusan manajemen,” kata Agus Yuwono.

Hingga diwawancara, Agus mengaku belum ada pembicaraan serius dengan manajemen terkait kelanjutan karirnya di Kediri. Sekaligus dirinya juga belum berpikir untuk hinggap ke klub lain yang telah menyodorinya tawaran menarik.

Alasan kedua adalah faktor geografis. Agus mengatakan cocok dengan Kediri karena tak jauh dari Malang, kampung halamannya. Dengan waktu tempuh hanya dua jam, Agus menilai Kediri selama ini menjadi tempat terbaik setelah Malang.

“Saya cocok di Kediri. Kalau manajemen ingin saya bertahan, saya pasti memprioritaskan Persik. Dari berbagai aspek, saya sangat enjoy di Kediri,” tambah Agus yang kemarin mudik ke Malang memanfaatkan libur tim selama beberapa hari.

Tim Persik sendiri belum memulai aktifitas pelatihan setelah meraih kemenangan walkover (WO) di Gelora Jakabaring Palembang, 8 Agustus lalu. Bertepatan dengan bulan Ramadan, tim diliburkan sebelum kembali lagi untuk persiapan Divisi Utama pekan depan.

Pembagian Group Liga Jatim 2010

Grup 1
Persela Lamongan
Persipro Probolinggo
Arema Indonesia
Gresik United

Grup 2
Persema Malang
PSBI Blitar
Deltras
Persebaya Surabaya

Grup 3
Metro FC
Persik Kediri
Persibo Bojonegoro
Mojokerto Putra

Sabtu, 07 Agustus 2010

Pasukan Macan Putih Berangkat ke Palembang

Kediri - Persik Kediri berangkat ke Palembang. Pasukan 'Macan Putih' akan melakoni laga ulang melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2009/10 di Stadion Jakabaring, Minggu (8/8/2010) besok.

Sekretaris Umum (Sekkum) Persik Barnadi kepada beritajatim.com mengatakan, keberangkatan rombongan Persik Kediri terbagi menjadi beberapa gelombang. "Ada yang berangkat tadi malam pukul 21.00 WIB, ada yang pagi ini, dan ada yang nanti siang," kata Barnadi, Sabtu (7/8/2010)

Barnadi menjelaskan, ada sebanyak 18 pemain yang diberangkat ke Palembang. "Sebagian pemain berangkat dari Bandara Juanda Surabaya dengan naik Pesawat Garuda. Sementara pelatih Agus Yuwono dan sejumlah pemain lain berangkat dari Bandara Abdurrahman saleh, Kabupaten Malang dengan Pesawat Lion, dan nanti sekitar pukul 11.00 WIB yang berangkat adalah tim kesehatan," terang Barnadi

Masih kata Barnadi, semuanya (pemain, pelatih dan tim kesehatan, red) nantinya akan berkumpul di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Setelah mereka berkumpul, kemudian berangkat menuju ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Terbagi-baginya rombongan menjadi gelombang-gelombang kecil, imbuh Barnadi karena mendadaknya jadwal laga ulang

"Surat dari PT Liga Indonesia (LI) baru kita terima kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian, kita mendadak cari tiket pesawat. Akhirnya berangkat dengan cara diincrit-incrit seperti ini," terang Barnadi

Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik, ungkap Barnadi, tidak akan ikut ke Palembang. Alasannya, laga ulang tersebut merupakan kewenangan penuh PT LI. Sesuai rencana, laga pamungkas ISL tersebut akan dihelat sekitar pukul 15.30 WIB.

Sebagaimana diberitakan sebelumnyam, PT Liga Indonesia (LI) menjadwal ulang laga Persik Kediri melawan Persebaya Surabaya, yang gagal terlaksana sesuai jadwalnya, Kamis (5/8/2010) petang, di Stadion Brawijaya, Kediri.

Panitia pelaksana pertandingan kandang Persik tidak bisa menggelar laga itu karena Polres Kediri Kota menjabut ijin keamanan melalui surat rekomendasi yang dikirimkan ke Polda Jawa Timur. Sampai akhirnya, Jumat (6/8/2010) pagi, LI memutuskan menjadwal ulang laga itu menjadi Minggu (8/8/2010) petang, di Stadion Jakabaring, Palembang.

Laga Persik vs Persebaya Digelar di Palembang

Jakarta - Setelah sempat terkatung-katung akhirnya laga Persik Kediri vs Persebaya Surabaya akhirnya jadi digelar juga. Stadion Jakabaring Palembang dipilih sebagai tempat laga pada Minggu (8/8/2010) sore WIB.

"Pertandingan Persik lawan Persebaya di-reschedule jadi tanggal 8 agustus dengan venuenya di stadion Jakabaring, Palembang dan digelar tanpa penonton. Waktunya adalah pukul 15.30 WIB," ujar CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.

Dilanjutkan Joko kalau laga playoff ISL yang mempertemukan Persiram Raja Ampat kontra Persik, Persebaya atau Pelita Jaya, akan tetap digelar di tempat yang sama juga, dua atau tiga hari setelah laga kontroversial itu.

"Soal laga playoff akan digelar di Jakabaring juga. Waktunya sekitar tanggal 10 atau 11 Agustus," sambungnya.

Bagaimana soal biaya akomodasi dan transportasi kedua tim yang dipastikan akan membengkak karena menggelar laga jauh dari "rumah" mereka?"Itu semua akan jadi tanggungan tim masing-masing," pungkas pria asal Ngawi itu.

Andi Darussalam: Persik vs Persebaya Tetap Digelar

Persebaya kembali harus mengelus dada. Pasalnya, laga play off yang sudah di depan mata kembali mentah setelah PT Liga Indonesia mengeluarkan keputusan kontroversial terkait batalnya laga ulang, Kamis, 5 Agustus 2010.

Persik Kediri kembali gagal menjadi tuan rumah bagi laga ulang kontra Persebaya, kemarin sore. Laga yang sejatinya digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, ini batal setelah Polresta Kediri mencabut izin keamanan atas permintaan dari Polda Jawa Timur.

Keputusan ini tentu saja melegakan Persebaya. Sebab, kemenangan 3-0 secara otomatis membawa tim Bajul Ijo lolos ke babak play off menghadapi wakil Divisi Utama, Persiram Raja Ampat setelah menggusur Pelita Jaya yang kalah agregat gol dari peringkat ke-15.

Apalagi sehari sebelum pembatalan, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono menegaskan akan menggunakan manual liga dalam menyikapi pembatalan tersebut. Artinya, Persebaya bakal dinyatakan menang WO 3-0 bila pertandingan sampai tidak jadi digelar.

Namun Presiden Direktur PT Liga Andi Darussalam Tabusala justru berkata lain. Menurutnya, duel Persik vs Persebaya kembali akan dijadwal ulang.

"Kami berharap pertandingan itu bisa digelar sebelum bulan puasa," kata Andi kepada wartawan, Kamis, 5 Agustus 2010.

"Apalagi tim Raja Ampat juga sudah tidak sabar karena mereka akan terus menyiapkan diri untuk menghadapi babak play-off," tambahnya.

Kegagalan panpel Persik mendapatkan izin keamanan untuk menggelar pertandingan kali ini, merupakan yang ketiga kalinya. Persik sendiri seharusnya menjamu Persebaya di Stadion Brawijaya Kediri pada 29 April 2010 lalu.

Namun Persik memutuskan untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Yogyakarta karena tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Langkah ini juga tak berhasil. Panpel Persik juga gagal mendapat izin untuk menggelar laga di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Kegagalan itu berbuah hukuman dari Komdis PSSI dengan kekalahan 0-3. Tapi, Persik mangajukan banding, dan Komisi Banding PSSI mengabulkannya. PT Liga lantas menetapkan jadwal ulang pada Kamis, 5 Agustus 2010 yang kembali gagal digelar.

Rabu, 04 Agustus 2010

Izin Dicabut, Persik v Persebaya Batal

Ketua panitia pelaksana pertandingan Persik, Ahmad Sudrajad, memastikan laga tunda Persik dengan Persebaya yang direncanakan digelar pada Kamis (5/8) di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa timur, dipastikan batal. Polisi mencabut izin pertandingan yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Melalui pesan singkat, Drajad mengatakan, Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Mulia Ritonga Hasudungan telah mencabut izin pertandingan Persik pada pukul 13.30 WIB. Pembatalan izin tersebut ditindaklanjuti dengan rapat tertutup antara kepolisian, panitia pelaksana, dan Komando Detasemen Militer/0809 Kediri Selasa (3/8) petang.

“Izin dicabut tadi siang oleh Kapolresta,” kata Drajad dalam pesan singkatnya. Namun Drajad tidak bersedia menjelaskan alasan pencabutan izin tersebut. Dia berdalih hal itu menjadi wewenang polisi untuk menjelaskan. “Kalau masalah itu tanyakan pada beliau (polisi),” kata Drajad.

Kapolresta Kediri Mulia Ritonga hingga kini tidak bisa dikonfirmasi terkait pembatalan izin tersebut. Sikap ini berbeda saat menyampaikan komitmen untuk mengusir bonek di perbatasan Kota Kediri siang tadi.

Pelatih Persik Agus Yuwono belum berani berkomentar terkait pembatalan pertandingan itu. Dia berdalih masih menunggu pemberitahuan resmi dari manajemen tentang keputusan kepolisian tersebut. “Saya tunggu perintah dulu,” katanya singkat.

Sebelumnya, Agus mengaku kecewa jika pertandingan tersebut benar-benar gagal. Sebab hal ini akan mempersulit posisi pemain dan dirinya di klub. Menurut Agus, seluruh kontrak pemain dan pelatih akan berakhir pada bulan Agustus ini. Jika pertandingan tersebut molor, dipastikan dia dan pemain Persik lainnya akan kesulitan mendapatkan klub. “Saya mau melatih dimana kalau Persik tidak memperpanjang,” kata Agus.

Persikmania Legowo Keputusan Polisi

Meski laga ulang antara Persik Kediri versus Persebaya pada ajang Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 dipastikan gagal, karena ijin keamanan dicabut oleh kepolisian, namun persikmania mengaku legowo.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) Kediri Hendri Ego. "Kita paham sekali, dan kita sudah memikirkan hal ini jauh hari sebelumnya. Secara logika saja, kita harus mencetak gol 6-0 dalam level aman, kemudian 7-0 apabila ingin menang tentu ini sangat berat, dan kita menyadarinya. Begitu juga dengan keputusan dari kepolisian ini," kata Hendri Ego
PNS Pemkot Kediri ini mengaku bahwa, korlap persikmania dapat menerima keputusan itu, dan menyadari. Namun, imbuh Hendri, yang menjadi persoalan adalah bagaimana menyampaikan atau mensosialisasikan kepada seluruh persikmania hingga tingkatan paling bawah

Kemudian, terus Hendri, Ketua Umum Samsul Ashar, Walikota Kediri juga harus menghibur persikmania dengan iming-iming memperbaiki tim ini agar dapat membuat sejarah baru diajang kompetisi tahun mendatang. "Ketua Umum harus tegas, dan harus memberikan pemahaman serta menghibur persikmania dengan hal yang positif," pinta Hendri. 

Selasa, 03 Agustus 2010

Pemain Persik Banyak Dilirik

Kendati masih harus melakoni tanding ulang Liga Super Indonesia (LSI) melawan Persebaya Surabaya, posisi Persik Kediri sebagai tim yang hampir pasti degradasi mendapat perhatian khusus sejumlah klub.

Apalagi kalau bukan soal transfer pemain menyambut LSI 2010/2011. Beberapa pemain tim berjuluk Macan Putih sudah masuk daftar incaran klub-klub LSI. Di Jawa Timur saja, ada tiga klub yang tengah melirik pemain anyar, yakni Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo dan Persibo Bojonegoro.

Klub terakhir malah telah memantau langsung pemain incarannya ke pentas semifinal Piala Indonesia (PI) 2010 di Gelora Delta Sidoarjo, pekan lalu. Manajer Persibo Kolonel Inf. Taufik Risnendar mengaku sudah mencatat pemain yang akan dibeli musim depan, beberapa di antaranya tampil di semifinal PI 2010.

Tapi, saat ditanya apakah itu pemain Persik, ia enggan membeberkan lebih jauh. “Kita masih melihat-lihat saja. Belum ada teken kontrak. Nanti kalau sudah ada kesepakatan, baru kita kabarkan. Yang pasti, pemain yang kami incar bermain di semifinal Piala Indonesia,” jelas Taufik, Senin (2/8/2010).

Dibanding Deltras dan Persela, tim kebanggaan Boromania itu terlihat lebih serius. Deltras masih berjibaku dengan problem finansial, sedangkan Persela masih menunggu keberadaan pelatih. Sementara Persibo sudah mendapat kucuran dana untuk belanja pemain.

Lantas, siapa pemain Persik yang masuk bursa transfer? Kendati belum pasti, sejumlah nama sempat muncul ke permukaan. Salah satunya winger Mahyadi Panggabean. Selain dia, ada nama-nama yang dimungkinkan hengkang dari Macan Putih, seperti Saktiawan Sinaga, Legimin Raharjo, Tito Purnomo, hingga Jefry Dwi Hadi.

Persik sendiri berkomitmen memperpanjang kontrak pemain untuk musim depan. Tentunya pemain yang memberi kontribusi besar bagi tim selama ini. Tapi tindakan konkrit ke sana belum ada karena Persik sendiri masih menyisakan laga ulang 5 Agustus nanti.

“Soal pemain mana yang dipertahankan, akan kita evaluasi nanti. Bagaimana pun kompetisi belum selesai karena masih ada pertandingan ulang melawan Persebaya,” kata pelatih Persik Agus Yuwono. "Memang sudah ada perkiraan pemain mana saja yang dipertahankan. Tapi belum sampai pada sebuah keputusan."

Di sisi lain, upaya klub mempertahankan pemain juga bukan perkara gampang. Seandainya pasti terdegradasi ke Divisi Utama, daya tawar tim kebangaan Kota Tahu itu secara otomatis bakal merosot. Pastinya, terlalu sulit mempertahankan pemain yang ingin tetap bertarung di LSI.

Persik Kediri Hindari Miskomunikasi , Pisahkan John-Byungyul

Salah satu kunci sukses Persik mengalahkan Persipura di perebutan tempat ketiga Piala Indonesia (PI) lalu adalah dengan perombakan di lini belakang. Sehingga tanpa kehadiran Harianto di lini pertahanan, hal itu tak menjadi masalah. Gawang Macan Putih sukses tak jebol meski digempur oleh para pemain Mutiara Hitam.

Perombakan itu bisa jadi akan terus dipertahankan saat Persik menjamu Persebaya di laga tunda 5 Agustus blusa. "Saya memang melakukan perubahan kecil tapi mendasar," kata pelatih Persik Agus Yuwono kepada Radar Kediri. Perubahan tersebut adalah dengan memisahkan dua stopper yang biasa berduet di belakang. Yakni O.K. John dan Na Byungyul. "Saat lawan Persipura keduanya sengaja saya tempatkan terpisah," lanjut pelatih asal Malang tersebut.

John tetap pada posisinya sebagai bek tengah. Sedangkan Byungyul yang turun sebagai pemain pengganti justru ditempatkan sebagai striker. Dia menjadi pemain yang mengisi kekosongan posisi striker akibat cederanya Zhang Shuo, Saktiawan Sinaga dan Yongki Aribowo yang mengalami gangguan perut saat pertandingan tersebut.

Agus mengaku punya alasan kuat kenapa memisahkan kedua pemain tersebut. Dari hasil analasisinya selama ini, kedua pemain tersebut sering miskomunikasi. Salah satu buktinya Persik menjadi tim yang paling sering kebobolan. "Keduanya terkendala bahasa karena berasal dari negara yang berbeda. Sehingga menurut saya hal itu yang membuat sering miskomunikasi," sebut pelatih yang sempat dikabarkan akan berlabuh ke Persijap Jepara tersebut.

Agus juga membatan jika kedua pemain tersebut terlibat masalah pribadi. Sehingga harus dipisahkan. "Tidak, tim kondusif. Hanya miss saja," tegasnya. Dalam partai lawan Peripura tersebut, Agus sengaja memasang dominant para pemain lokal di belakang untuk menghidari salah komunikasi tersebut. Yakni Tito Purnomo, Gunawan Dwi Cahyo, O.K. John dan Mahyadi Panggabean. 

Senin, 02 Agustus 2010

Sriwijaya Juara dan Cetak Rekor Piala Indonesia

Sriwijaya FC menjadi tim pertama yang menorehkan tiga gelar berturut-turut, setelah di babak final Copa Indonesia berhasil mengalahkan Arema Indonesia dengan skor tipis 2-1 di Stadion Manahan, Solo, Minggu (1/8).

Bagi pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan, kesuksesan ini tentu merupakan catatan tersendiri dalam karir kepelatihannya, mengingat gelar ini juga merupakan terakhir kalinya untuk klub tersebut dimana ia berniat hengkang pada musim ini.

Sementara pelatih Rene Alberts juga kecewa dengan pencapaian tim asuhannya kendati mampu merebut gelar domestik Liga Super Indonesia, namun gagal mengawinkan gelar tersebut.

Sriwijaya FC yang berupaya untuk mencatatkan gelar ketiganya secara berturut-turut di ajang ini, harus mendapatkan serangan di menit awal, namun kiper Ferry Rotinsulu harus mengerang karena pelanggaran yang dilakukan oleh Noh Alam Shah.

Sriwijaya sebenarnya memiliki peluang matang di menit ke-14 saat sontekan Pavel Solomin tepat di mulut gawang hampir merobek jala Kurnia Meiga bila saja bek Arema tidak menghalau bola yang masuk ke dalam gawang.

Permainan keras mengundang wasit Jimmy Napitupulu merogoh kartu kuning untuk Juan Revi, setelah melakukan pelanggaran keras dan tidak lama kemudian giliran Shah Alam yang mengangkat kaki terlalu tinggi dan nyaris menghantam wajah Precious.

Cedera kaki yang didapati oleh Ferry membuatnya tidak dapat melanjutkan pertandingan hingga usai, dan Hendro Kartiko pun masuk menggantikannya di menit 23.

Baru beberapa saat berlaga di atas lapangan, Hendro Kartiko langsung menunjukkan kemampuannya saat membendung tendangan Roman Chmelo dari sisi kiri dan skor pun tetap bertahan tanpa gol.

Pada menit ke-28 Sriwijaya ganti membalas serangan, namun sayangnya sontekan Tony Sucipto dari sisi kanan masih berada tipis di atas mistar gawang Kurnia Meiga.

Beberapa sejumlah peluang matang kembali didapatkan oleh Arema dan Sriwijaya, namun hingga babak pertama usai, skor tetap tidak berubah.

Pertandingan sempat tertunda kurang dari satu jam, karena adanya intervensi dari Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo yang menganggap wasit Jimmy Napitupulu tidak adil dalam memimpin pertandingan, dicemaskan bisa membuat pendukung dari kedua tim berbuat tindakan anarkis.

Akan tetapi setelah melakukan evaluasi dalam waktu satu jam antara ofisial pertandingan dan juga pihak kepolisian, wasit Jimmy Napitupulu akhirnya tetap memimpin pertandingan final di paruh kedua.

Saat pertandingan babak kedua baru bergulir tiga menit, Sriwijaya berhasil menjebol gawang Kurnia Meiga melalui tandukan sempurna dari Keith Kayamba Gambs yang meluncur deras ke dalam gawang.

Bagi Arema keadaan ini tentu saja tidak menguntungkan, mengingat mereka total hanya mengoptimalkan pertahanan karena kondisi 10 pemain atas dikeluarkannya kapten Noh Alam Shah.

Pada menit 66 kegemilangan Kurnia Meiga dalam mengantisipasi tendangan jarak jauh yang dilepaskan oleh pemain Sriwijaya dari tengah lapangan dengan gemilang masih mampu dihalau olehnya sehingga hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Walaupun tampil dengan kondisi minus satu pemain, Arema mampu mengejar ketertinggalan di menit 72 melalui sontekan Muhammad Ridhuan tepat di mulut gawang Sriwijaya yang memanfaatkan kemelut di kotak pertahanan.

Sriwijaya kembali memimpin keadaan melalui Pavel Solomin tujuh menit berselang, usai melepaskan diri dari jebakan offside dan dengan tendangan keras diarahkan ke sudut kiri gawang tanpa dapat diselamatkan oleh Kurnia.

Hingga wasit Jimmy Napitupulu meniupkan peluit pertandingan usai, skor tetap bertahan 2-1 dan Sriwijaya pun mencatatkan rekor dengan menorehkan tiga gelar berturut-turut di ajang Copa Indonesia.

Susunan pemain
:

SFC
: Ferry Rotinsulu (Hendro Kartiko 21), Charis Yulianto, Ambrizal Precious, Isnan Ali (M Nasuha 45) Toni Sucipto, Zah rahan, Ponaryo Astaman, Keith Kayamba, Anaore Obiora, Pavel Solomin

Arema
: Kurnia Mega, Zulkifli, Irfan Raditya (Rahmat Afandi 81), Waluyo, Benny Wahyudi, Juan Revi (Rony Firmansyah 90), Ahmad Bustomi, M Ridhuan, Rhoman Chamelo, M Fakhrudin (Dandy Santoso 75), Noh Alam Shah

Persik Ngotot Pertandingan Ulang Digelar Sesuai Jadwal

Persik Kediri berharap laga ulang dengan Persebaya Surabaya tetap digelar  Kamis, (5/8). Pengunduran jadwal itu akan mengancam nasib pemain dan pelatih Persik.

Pelatih Persik Agus Yuwono mengatakan, laga ulang dengan Persebaya dalam Indonesia Super League tak bisa ditawar lagi. Sebab saat ini seluruh tim sepak bola di Indonesia tengah dihadapkan pada padatnya jadwal kompetisi dan bulan puasa yang tak bisa diganggu gugat. “Harus tetap main,” kata Agus Yuwono kepada Tempo, Minggu (1/8).

Sesuai jadwal yang diterima Agus, 8 Agustus, pertandingan play off sudah dimulai. Selain itu tiga hari berikutnya yakni 11 Agustus sudah memasuki bulan suci Ramadhan, sehingga tidak ada waktu lagi bagi Persik untuk mengulur pertandingan.

Hal lain yang sangat krusial jika pertandingan itu diundur adalah nasib para pemain dan pelatih Persik. Menurut Agus seluruh kontrak pemain dan dirinya akan berakhir bulan ini. Sehingga jika pertandingan tersebut molor, dia dan para pemain lainnya akan kesulitan mencari klub. “Saya mau melatih di mana kalau tidak diperpanjang Persik,” kata Agus.

Karena itu dia berharap kepada Badan Liga Indonesia untuk mempertimbangkan permintaan Persebaya yang menghendaki pertandingan ditunda. Sebab hal itu akan memukul kondisi

Persebaya Berjuang sampai Pengadilan

Persebaya belum juga menyerah untuk berjuang menghindari tanding ulang dengan Persik (5/8). Bahkan, mereka sudah merancang satu upaya yang dilakukan beberapa jam sebelum pertandingan itu diadakan.

Kuasa Hukum Persebaya M. Sholeh menyatakan bahwa gugatannya kepada Komisi Banding (komding) PSSI, PT Liga Indonesia (LI), dan Persik mendapatkan balasan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak-pihak tersebut akan dihadirkan pada sidang perdana yang bakal dihelat Kamis pagi (5/8).

'Kami berharap, sudah ada keputusan sebelum jadwal pertandingan pada sore hari. Karena itu, kami akan berupaya maksimal ada keputusan yang benar-benar mencerminkan keadilan pada paginya,' tegas Sholeh kemarin (31/7).

Salah satu di antaranya, ketika hakim berupaya mendamaikan pihak yang berselisih sebagai bagian dari aktivitas pada sidang pertama. Tapi, ketika disinggung soal persentase keberhasilan, Sholeh tak mau berkomentar banyak.

Dia lebih memilih menyiapkan banyak strategi untuk memeperjuangkan keadilan bagi Persebaya. Termasuk memperhitungkan sosok Ketua Komding Rusdi Taher sebagai mantan pejabat hukum.

'Minimal kami akan mengharapkan media bisa mengampanyekan adanya mafia dalam sepak bola Indonesia,' tegasnya. Hal tersebut, lanjut Sholeh, merupakan preseden buruk yang memalukan bagi sepak bola nasional.

Di sisi lain, dia juga mengakui merembetnya polemik sepak bola pada ranah hukum negara merupakan hal baru. Namun, Sholeh menilai bahwa hal tersebut penting dilakukan seiring penganiayaan yang dilakukan komding kepada Persebaya.