Tugas berat diemban oleh para karteker pelatih Persik di ajang Piala Gubernur (PG) kali ini. Meski hanya mengusung para pemain Persk U21 dan persiapan yang sangat mepet mereka tetap diberi beban lolos ke babak selanjutnya.
"Bagaimanapun kami akan tetap berupaya agar bisa lolos ke babak enam besar," kata Sekretaris Umum Persik Barnadi.
Itu artinya, Macan Putih yang akan diperkuat Qischil Gandrumini dkk harus menduduki peringkat pertama atau kedua grup III. "Kekuatan sebenarnya masih berimbang. Tim lain juga memakai pemain muda atau pemain seleksi. Saya yakin Persik masih bisa lolos ke babak kedua," lanjutnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Persik tergabung di grup III di ajang PG IX. Macan Putih yang hanya akan diperkuat para pemain muda tergabung dengan Persibo Bojonegoro, PSBI Blitar dan Mojokerto Putra (MP).
Bisa dibilang, dari empat tim yang memainkan laga di Stadion Brawijaya tersebut hanya Persibo yang persiapannya sudah matang. Skuad yang mereka miliki nyaris komplet dan berkekuatan tim ISL. Sedangkan PSBI Blitar dan MP sama-sama kurang persiapnnya dengan Macan Putih. "Kalau misalnya Persibo juara grupnya, Persik masih bisa masuk di runner up," kata Barnadi memetakan.
Sementara itu, akibat belum ditentukannya nama pelatih untuk musim depan membuat Persik terpaksa menunjuk karteker pelatih. Mantan pemain Persik Aris Budi ditunjuk sebagai karteker pelatih kepala. Dia dibantu oleh mantan bintang Persik Musikan, Saiful Bachri dan Imam Syafei sebagai asisten pelatih serta M. Andi Syukrian sebagai kiper.
Di ajang ISL U21 musim lalu, Aris adalah pelatih para pemain muda tersebut. Sehingga dia sudah paham kondisi timnya. "Selain itu, Aris sudah berlisensi B. Jadi sudah cukup untuk melatih sementara di ajang PG," katanya.
Sementara itu tadi malam menjadi ajang latihan pertama Persik untuk persiapan di ajang PG. Karena para pemain berpuasa, latihan digelar malam, usai salat tarawih di Stadion Brawijaya. Latihan rencananya juga menjadi ajang seleksi pemain. "Pemain yang minat ke Persik akan datang semua," janji Barnadi.
Tak hanya pemain lokal, menurutnya pemain yang datang juga para pemain asing. Sementara itu, Aris mengeluhkan persiapan timnya yang sangat minim untuk menghadapi ajang tersebut. "Kami hanya bisa latihan tiga kali, 18, 19 dan 20. Tanggal 21 sudah main," katanya kepada Radar Kediri. Meski sudah tahu para pemain, Aris mengaku harus kerja keras untuk mempersiapkan tim. "Sebab mereka lama tidak main bersama setelah ISL U21 selesai," katanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar