Jumat, 30 Juli 2010

Arema Tantang Sriwijaya Di Final Piala Indonesia

Arema Indonesia melaju ke final Piala Indonesia setelah menghancurkan Persik Kediri dengan skor telak 4-0 di babak semifinal. Keempat gol "Singo Edan" masing-masing dicetak Irfan Raditya, M. Ridhuan, M. Fakhrudin dan Rahmat Afandi.

Bagi Arema, ini merupakan final ketiga setelah sebelumnya di tahun 2005 dan 2006 sukses menjadi kampiun. Di final kali ini, tim besutan Robert Rene Alberts akan bertemu sang juara bertahan, Sriwijaya FC, yang kemarin sukses mengalahkan Persipura Jayapura lewat drama babak penalti 5-3.

Sedangkan bagi Persik, mereka gagal menorehkan sejarah lagi setelah sukses menembus semifinal kali ini. Namun mereka masih memiliki peluang untuk meraih peringkat ketiga melawan Persipura pada Sabtu 31 Juli nanti.

Bermain di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kedua tim tampil semangat mengingat duel ini bertajuk "derby Jawa Timur". Wajar, jika di awal-awal laga, permainan keras ditampilkan kedua tim yang membuat pertandingan sedikit panas.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Arema membuka keunggulan di menit ke-48 melalui Irfan. Berawal dari tendangan spekulasi kapten Pierre Njanka, Irfan tinggal meneruskan bola yang membuat kiper Persik, Fauzi Toldo hanya terkesima.

Di menit ke-52, gelandang enerjik Singapura, M. Ridhuan menambah keunggulan Arema menjadi 2-0 melalui tendangan volinya yang indah.

Ingin mengejar ketertinggalan, pelatih Persik, Agus Yuwono, memasukkan penyerang Saktiawan Sinaga. Sayang, beberapa kali usaha mereka untuk menjebol gawang Arema, selalu kandas akibat disiplinnya lini pertahanan mereka.

Petaka menimpa Persik di menit ke-81 usai Toldo diganjar kartu merah langsung oleh wasit asal Bandung, Oki Dwi Putra, karena melakukan pelanggaran keras terhadap Alam Shah. Karena telah melakukan pergantian tiga pemain, terpaksa gelandang Wawan Widiantoro yang baru masuk di babak kedua menggantikan posisi Toldo menjadi kiper.

Tak ayal, dua gol langsung tercipta di sepuluh menit terakhir melalui M. Fakhrudin (88) dan pemain penganti, Rahmat Afandi (89) yang baru beberapa menit masuk.

Sedianya, final akan dipindah dari Stadion Gelora Delta ke Stadion Manahan, Solo pada 1 Agustus nanti. Bagi SFC, ini peluang mereka untuk mempertahankan gelar yang mereka sandang musim lalu. Sedangkan bagi Arema, ini kesempatan mereka untuk mengawinkan gelar usai sebelumnya meraih gelar juara di Liga Super Indonesia musim lalu, sekaligus menyamai prestasi SFC yang pernah mereka lakukan di musim 2007/2008.

Rabu, 28 Juli 2010

Dua Sayap Macan Putih Bakal Dikawal

         Dua sayap Persik Kediri, Mahyadi Panggabean dan Khusnul Yuli, bakal dikawal ketat oleh para pemain Arema Indonesia ketika melakoni babak semifinal yang mempertemukan kedua tim itu di Stadion Delta Sidoarjo, Rabu (28/7).
             Asisten pelatih Arema Indonesia, Liestiadi, Senin lalu, mengakui, aliran bola dan serangan tim Persik Kediri yang mampu mengandaskan Persija Jakarta di babak perempat final lalu berasal dari dua sayap tim berjuluk Macan Putih itu.
            "Kita sudah pelajari secara cermat, dan ternyata kunci kemenangan Persik ketika meladeni Persija adalah dua sayapnya yang secara efektif dan aktif mengirimkan aliran bola melalui crossing panjang," ujarnya.
            Menurut dia, umpan-umpan silang (crossing) yang langsung ke area penalti dari dua sayap ini sangat berbahaya, apalagi dua penyerang Persik yang diisi Yongki Aribowo dan Saktiawan Sinaga juga cukup berbahaya.
            Karena itu, lanjutnya, pelatih Robert Rene Alberts menginstruksikan para pemain Singo Edan harus mampu memotong aliran bola tersebut, jangan sampai memberi ruang bebas bagi pemain sayap Persik mengirim umpan ke area pertahanan Arema.
    Selain kedua pemain sayap tersebut, katanya, seluruh pemain Arema juga diinstruksikan tidak memberikan ruang gerak bagi seluruh pemain Persik.
    "Kalau strategi ini bisa dijalankan dengan baik, kami yakin bisa mematikan setiap serangan yang dibangun para pemain Persik. Sebab, Persik bukan tim yang ringan untuk ditaklukkan," ucapnya menegaskan.
            Hanya saja, hingga menjelang digelarnya babak semifinal Piala Indonesia tersebut, tim pelatih Arema Indonesia masih belum bisa menyusun formasi yang bakal diturunkan karena beberapa pemainnya mengalami cedera.
    Sementara satu pemain Arema Indonesia, yakni Dendy Santoso, dipastikan tidak bisa diturunkan karena diganjar kartu merah oleh wasit Olehadi ketika meladeni Persib bandung pada leg kedua babak delapan besar lalu.
           Selain Dendy Santoso yang dipastikan tidak bisa diturunkan, beberapa pemain Arema lainnya juga terancam tak bisa memperkuat tim karena cedera, seperti Rachmad Affandi dan Sunarto. Sedangkan kiper utama Arema, Kurnia Meiga, juga mengalami demam.
           Hengkangnya pemain tengah Esteban Guillen cukup berpengaruh terhadap performa Arema Indonesia. Kondisi permainan Arema di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010 dengan Piala Indonesia sangat jauh berbeda.
           Keberadaan Esteban Guillen, yang kini sudah kembali ke Uruguay, itu mampu menghidupkan permainan Arema, bahkan lini belakang juga "sedikit" terselamatkan dari gempuran tim lawan.
    Sementara Persik bertekad lolos final dengan mengalahkan Arema Indonesia. "Kami bertekad lolos ke final Piala Indonesia, walaupun Arema adalah lawan yang berat," kata pelatih Persik Kediri, Agus Yuwono, ditemui usai latihan di Stadion Brawijaya Kediri, Senin lalu.
           Ia mengatakan, tim yang berjuluk Singo Edan tersebut memang bukan tim sembarangan. Selain sudah menunjukkan kualitasnya dengan meraih tahta Liga Super Indonesia, tim ini juga memunyai pelatih yang cukup bagus. Walaupun begitu, ia tidak ingin hal tersebut menjadi kendala. "Saya tidak ingin pulang dengan tertunduk," katanya menegaskan.

Taklukkan Persipura, Sriwijaya FC Ke Final

Sriwijaya FC selangkah lagi memenuhi ambisinya mempertahankan Piala Indonesia. SFC melaju ke final setelah menyingkirkan musuh bebuyutan Persipura Jayapura 5-3 melalui adu penalti dalam duel di semi-final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (27/7).

Pertandingan akhirnya diselesaikan melalui adu penalti karena kedua tim bermain imbang 2-2 sampai 120 menit pertandingan. Di final, SFC akan menghadapi pemenang antara Arema Indonesia dan Persik Kediri yang bertanding, Rabu (28/7).

Kiper SFC Ferry Rotinsulu menjadi bintang kemenangan timnya. Dirinya sukses menggagalkan dua eksekusi penalti dari Victor Igbonefo dan Gerald Pangkali. Sementara, dari tiga eksekutor SFC, hanya Zah Rahan yang gagal setelah tendangannya berhasil digagalkan Jendry Pitoy.

Pertandingan itu sendiri diwarnai dengan terciptanya gol cepat saat Gerald Pangkali membobol gawang Ferry. Gerald mencetak gol saat pertandingan baru berjalan dua menit.


Setelah gol itu, Persipura memperlihatkan dominasinya. Mereka melakukan tekanan terhadap pertahanan Laskar Wong Kito. Sayang, usaha mereka selalu gagal.

Sebaliknya, SFC yang sempat tertekan justru mendapat kesempatan menyamakan kedudukan dari titik penalti menit ke sepuluh. Persipura dihukum penalti menyusul handball yang dilakukan Igbonefo.

Peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Keith Kayamba Gumbs. Eksekusinya gagal diselamatkan oleh Jendry. Dalam kedudukan imbang 1-1, pertandingan berjalan imbang. Apalagi, kedua tim memiliki para pemain dengan teknik sangat bagus. Kedudukan itu bertahan sampai akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, baik Persipura maupun SFC secara bergantian melakukan tekanan. Namun, usaha keduanya selalu gagal.

Igbonefo akhirnya memecah kebuntuan saat menciptakan gol indah pada menit ke-56. Tendangan spektakuler bek asal Nigeria ini dilepaskan dari jarak yang cukup jauh dan gagal diselamatkan oleh Ferry.

Sayangnya, Persipura tak mampu mempertahankan keunggulannya. Selang beberapa menit atau tepatnya di menit 65, SFC berhasil menyamakan kedudukan melalui Pavel Solomin.

Dirinya berhasil memanfaatkan kesalahan Igbonefo yang tidak mampu mengamankan daerah pertahanan karena gagal menguasai bola dengan baik. Bola yang terlepas kemudian dikuasai Solomin yang kemudian melepaskan tendangan spekulatif ke gawang Jendry.

Tampaknya, Jendry terkejut dengan tembakan spekulasi Solomin sehingga tidak sempat mengantisipasinya. Kedudukan menjadi 2-2 dan bertahan sampai akhir pertandingan.

Demikian pula saat dilakukan perpanjangan waktu. Baik SFC maupun Persipura gagal mencetak gol.

SFC sesungguhnya sempat mencetak gol melalui Anoure Obiora di menit ke-101. Namun gol itu dianulir oleh wasit Jumadi Efendi. Meski sempat diprotes pemain SFC, namun wasit tetap pada keputusannya.

Babak perpanjangan waktu juga diwarnai dengan diusirnya Ian Kabes. Ia mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan diving di kotak penalti pada menit ke-120. Namun tidak ada gol yang tercipta sehingga pertandingan harus diselesaikan melalui adu penalti.

Gumbs yang menjadi eksekutor pertama SFC sukses menuntaskan tugasnya. Tendangannya meluncur deras ke gawang Jendry.

Sementara, Igbonefo bertindak sebagai pengambil tendangan pertama Persipura. Ironisnya, ia mengambil ancang-ancang yang terlalu dekat. Hanya dua langkah sebelum menendang bola. Seperti diduga, tendangannya bisa diantisipasi Ferry.

Dirinya juga sukses membawa arah tendangan eksekutor kedua Persipura, Gerald. Sebaliknya, Solomin yang menjadi penendang kedua SFC berhasil menuntaskannya. Demikian pula dengan Rahmad Rivai.

Bek Ricardo Salampessy membuka peluang bagi Persipura saat menyelesaikan eksekusinya. Apalagi, Zah Rahan yang seharusnya menjadi penentu juga gagal.

Namun, Imanuel Wanggai yang seharusnya memperkecil ketinggalan justru gagal melakukan eksekusi. Tendangannya melambung dan SFC yang lolos ke final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
 

Selasa, 27 Juli 2010

Aremania 15 Ribu, Persikmania 10 Ribu

Panpel lokal Piala Indonesia 2010 Sidoarjo mengambil tindakan preventif soal suporter pada babak semifinal. Menjelang laga bergengsi antara Arema versus Persik Kediri Rabu nanti (28/7) di Stadion Gelora Delta, panpel membatasi jumlah suporter bagi dua tim tersebut.

Alasannya, Arema dan Persik terkenal memiliki suporter yang sangat fanatik. Apalagi, jarak Sidoarjo-Malang-Kediri cukup berdekatan. Dipastikan, puluhan ribu Aremania (suporter Arema) dan Persikmania (suporter Persik) akan menyerbu Kota Udang untuk mendukung tim pujaan mereka.

Ketua Panpel Lokal Joko Tetuko membenarkan adanya pemberlakuan kuota bagi dua kelompok suporter itu. Kuota untuk Aremania 15 ribu orang, sedangkan Persikmania 10 ribu orang. Kuota untuk suporter tuan rumah, Deltamania, dijatah lima ribu orang. Jumlah tersebut diharapkan mampu memuaskan semua kalangan.

Untuk memudahkan dua kelompok suporter tersebut, Joko telah menetapkan lokasinya. Aremania ditempatkan di bagian utara (sektor 4, 5, dan 6), sedangkan Persikmania di selatan (sektor 8, 9, dan 10). "Sektor tujuh atau lokasi di bawah papan skor diperuntukkan bagi Deltamania dan warga Sidoarjo," ucap Joko.

Pria berusia 41 tahun itu juga melibatkan Deltamania sebagai tenaga bantuan di sektor keamanan. "Rekan-rekan suporter pasti memiliki jalinan komunikasi yang kuat. Apalagi, mereka berada dalam satu daerah yang sama, Jawa Timur. Makanya, kami mengandalkan itu," jelas Joko.

Nah, untuk memudahkan koordinasi dengan panitia, Aremania dan Persikmania diharapkan menyetor jumlah suporter yang akan bertolak ke Sidoarjo pada H-1. "Kalau Selasa nanti (28/7) data bisa masuk ke kami, itu akan sangat membantu," ungkap Joko.

Panpel sudah mematok harga tiket untuk laga semifinal Piala Indonesia mendatang. Harga tiket VIP Rp 100 ribu, utama Rp 50 ribu, dan ekonomi Rp 20 ribu. "Untuk partai final, harga tiket berubah atau tidak akan kami tinjau kembali kemudian hari," papar Joko.  (dra/diq/jawapos)

Senin, 26 Juli 2010

Robert Alberts Waspadai Yongky

Pasukan Arema sangat serius menatap pertandingan semifinal Piala Indonesia melawan Persik Kediri yang dihelat di Gelora Delta Sidoarjo Rabu (28/7) mendatang. Kubu Singo Edan -julukan Arema- sudah mulai membedah kelemahan dan kekuatan Macan Putih -julukan Persik-.

Pelatih Arema Robert Alberts mengatakan di barisan penyerang, Persik memiliki striker muda yang sangat membahayakan gawang lawan yakni Yongki Aribowo. Karena itu Robert telah memberi instruksi khusus kepada barisan pertahanan Arema untuk ekstrawaspada. "Dia (Yongki) sangat berbahaya jika dibiarkan bergerak bebas sendirian," kata Robert usai memimpin latihan di lapangan Lanud Abdurrachman Saleh kemarin pagi.

Pelatih asal Belanda itu menilai penyerang muda kelahiran Tulungagung 23 November 1989 itu adalah tipikal striker dengan kemampuan membunuh. "Saya sudah melihat kemampuan dia saat Persik menghadapi Persija di delapan besar Piala Indonesia," ungkapnya.

Pada first leg yang dimainkan di Stadion Manahan Solo, mantan penyerang timnas U-23 itu melesakkan dua gol saat Persik dikalahkan Persija 4-3. Saat leg kedua pun Yongki juga mampu mengacak-acak barisan pertahanan Persija dan berhasil melesakkan satu gol.

Asisten pelatih Liestiadi juga mengamini pernyataan Robert. Menurutnya, sebagai pemain debutan Yongki sudah mampu menunjukkan kualitasnya. "Apalagi di pertandingan melawan Arema, biasanya pemain muda seperti dia malah terlecut motivasinya untuk menunjukkan permainan terbaiknya," kata mantan arsitek PSMS Medan ini.

Meski begitu, Liestiadi mengatakan sampai saat ini Arema belum menyiapkan formulasi untuk menghentikan agresivitas permainan mantan penggawa SSB Sinar Jaya Tulungagung itu. "Cukup riskan kalau kami hanya terfokus pada Yongki," ujar dia.

Apalagi, lanjut dia, Arema juga belum menentukan siapa penggawa yang nanti akan menghuni tembok pertahanan klub berlogo kepala singa itu. "Kami masih menunggu siapa saja pemain yang fit dan mampu turun di semifinal. Namun Yongki tetap menjadi perhatian kami," tandas dia.

Arema Ajukan Gajayan Sebagai Alternatif

Arema akan menjamu Persib Bandung pada 18 Juli mendatang. Tapi, lokasi laga delapan besar Piala Indonesia 2010 tersebut belum ditentukan. "Kami tengah mengajukan permohonan ke PT Liga Indonesia (LI) tentang venue pertandingan ini di dua tempat. Yakni, Stadion Kanjuruhan dan Gajayana," kata Ketua Panpel Arema Abriadi Muhara kepada Radar Malang (Jawa Pos Group) kemarin (7/7).

Menurut dia, pemakaian venue Arema tersebut masih menunggu izin dari Polres Malang. Sebab, Arema akan menghelat laga kandang pada Minggu nanti (18/7). Sehari setelah itu, di Kabupaten Malang memasuki tahapan kampanye pilkada, yakni 19 Juli-1 Agustus nanti.

"Karena itu, kami mengajukan Gajayana sebagai alternatif," ujar dia. Jika memakai Stadion Gajayana, Arema akan mengajukan perubahan jam kickoff. "PT LI menjadwalkan, kickoff akan dilakukan pukul 21.00. Namun, seperti diketahui, penerangan di Gajayana tidak begitu baik. Karena itu, kami akan mengajukan permohonan agar pertandingan bisa dilaksanakan sore hari," ucapnya.

Jika laga jadi digeber di Gajayana, panpel Arema juga siap mengantisipasi membeludaknya penonton. Caranya, memasang giant screen di sejumlah titik agar Aremania (suporter Arema) tetap bisa menyaksikan tim kesayangannya berlaga.

"Di Kanjuruhan pun, kami akan siapkan giant screen. Kami memprediksi, penonton akan membeludak karena ini laga yang menentukan bagi Arema di Piala Indonesia," terangnya.

Final Piala Indonesia Di Sidoarjo Belum Dapat Izin

Pertandingan babak semifinal dan final Piala Indonesia  2010 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 27 Juli-1 Agustus terancam batal, karena pihak kepolisian hingga kini belum mengeluarkan izin penyelenggaraan.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo Ajun Komisaris Besar Polisi M. Iqbal yang dihubungi wartawan di Sidoarjo, Minggu, mengakui pihaknya belum mengeluarkan izin laga semifinal dan final Piala Indonesia, karena masih harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Surat permohonan memang sudah kami terima, tapi kami masih perlu koordinasikan lagi masalah ini dengan Panpel, manajemen tim dan lainnya," katanya.

Iqbal juga belum berani memastikan soal keluar tidaknya perizinan laga Piala Indonesia itu, karena Polres Sidoarjo masih berkonsentrasi pada pengamanan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang berlangsung hari ini.

Ketua Panitia Lokal Piala Indonesia Djoko Tetuko mengatakan seluruh prosedur perizinan telah diurus ke Polres Sidoarjo dan Kepolisian Daerah Jawa Timur, sehingga tinggal menunggu turunnya izin penyelenggaraan.

"Rencananya, Panpel dan PT Liga Indonesia akan berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo Senin (26/7). Sejauh ini semua persiapan sudah berjalan cukup maksimal," katanya.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PSSI Jatim ini optimistis polisi akan memberikan izin menggelar babak semifinal dan final Piala Indonesia di Sidoarjo.

"Mudah-mudahan pelaksanaan Pilkada Sidoarjo yang aman dan lancar, ikut berimbas pada perizinan menggelar Piala Indonesia dari polisi," tambahnya.

Pertandingan semifinal Piala Indonesia yang dijadwalkan pada 27 dan 28 Juli akan mempertemukan juara bertahan Sriwijaya FC dengan Persipura Jayapura dan juara Liga Super Indonesia Arema Malang melawan Persik Kediri.

Sedangkan perebutan peringkat ketiga digelar pada 31 Juli dan babak final penentuan juara dilaksanakan pada 1 Agustus 2010.

Kamis, 22 Juli 2010

Panpel Persik Tidak Beri Kuota Bonek

Panitia pelaksana pertandingan klub Persatuan Sepak Bola Indonesia Kediri tidak memberi kuota tiket masuk pada bonekmania (suporter pendukung Persebaya) dalam pertandingan ulang Liga Super Indonesia.

"Kami tetap tidak akan memberi kuota kepada bonekmania. Hal ini sudah kami bicarakan dengan berbagai pihak," kata Ketua panitia pelaksana pertandingan Persik Kediri, Ahmad Sudrajat di Kediri, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengaku, pihaknya tidak akan membuat tiket melebihi kapasitas stadion dalam pertandingan ulang di Stadion Brawijaya, Kediri pada 5 Agustus mendatang. Jika selama ini kapasitas di Stadion Brawijaya Kediri hanya mampu menampung sekitar 15.000 penonton, jumlah tiket masuk yang dibuat hanya sejumlah itu.

"Untuk jumlah tiket, kami menyesuaikan dengan kapasitas stadion," katanya mengungkapkan.

Pihaknya juga optimistis pertandingan ulang antara Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya tersebut akan berlangsung lancar. Tidak akan terjadi aksi anarkhis baik antarpemain maupun antarsuporter.

Selain sudah mengantisipasi kedatangan bonekmania ke Kediri,  ia juga memastikan tidak memperbolehkan atribut bonekmania yang identik berwarna hijau untuk masuk ke lokasi stadion.

Menyinggung dengan harga tiket yang diberlakukan dalam pertandingan ulang, Ahmad mengaku tidak akan mengambil keuntungan dengan menaikkan harga tiket masuk.

Harga yang diberikan untuk pertandingan masih sama dengan pertandingan - pertandingan sebelumnya, yaitu untuk kelas ekonomi senilai Rp15.000,00 per tiket masuk, kelas VIP senilai Rp25.000,00 per tiket masuk, dan kelas VVIP senilai Rp45.000,00 per tiket masuk.

Ketua forum komunikasi suporter Persik (FKSP) Hendri Ego juga menegaskan akan berupaya tenang menghadapi pertandingan ulang yang rencanya digelar pada 5 Agustus tersebut.

Pihaknya akan menahan diri dan berupaya tidak terpancing emosi jika bonekmania hadir dalam pertandingan tersebut. Bahkan, pihaknya meyakini jika dalam pertandingan itu bonekmania tidak akan ke Kediri.

"Kami akan koordinasi dengan pengurus bonekmania. Kami akan meminta kepada mereka, membantu pertandingan berjalan lancar," kata Hendri Ego.

Pertandingan ulang dalam ajang Liga Super Indonesia antara Persik Kediri dengan Persebaya Surabaya akan digelar di Stadion Brawijaya Kediri pada 5 Agustus mendatang. Pertandingan tersebut digelar setelah Komisi Disiplin PSSI mengabulkan gugatan Persik Kediri.

Dikabulkanya gugatan Persik Kediri tersebut tentunya harus dibayar mahal oleh manajemen.

Mereka harus mengeluarkan anggaran senilai Rp30 juta karena mengajukan gugatan. Jumlah itu masih ditambah dengan sanksi gagalnya menggelar pertandingan dengan nilai Rp25 juta, sehingga manajemen harus mengeluarkan ongkos senilai Rp55 juta.

Persik pastikan Dapat Anggaran

Kebahagiaan ganda dirasakan Persikmania. Selain timnya memastikan lolos ke semifinal Piala Indonesia (PI), Macan Putih juga dipastikan masih akan mendapatkan kucuran dana dari APBD.

Sehingga eksistensi tim dua kali juara tersebut masih bisa terus bertahan. Menurut Humas Persik Nur Muhyar, saat ini pihak Pemkot Kediri sedang membahas anggaran yang bisa dipakai ke depan. "Kami sedang membahas masalah anggaran Persik di PAK," terang pria yang juga Kabag Humas Pemkot Kediri itu kepada Radar Kediri.

Menurutnya, tahun ini Persik kembali akan mendapatkan tambahan dana dari PAK. "Selain anggaran yang sudah (APBD), tahun ini juga juga ada alokasi dari PAK untuk Persik," tandas pejabat asal Trenggalek tersebut kemarin.

Hanya saja, Nur Muhyar mengelak ketika ditanya berapa jumlah anggaran yang diterima Persik dari PAK tersebut. "Masih dibicarakan, berapa kebutuhannya dan berapa dana yang tersedia," kilahnya.

Namun, diperkirakan jumlah anggaran dari PAK untuk tim Kota Tahu tersebut tak beda jauh dengan anggaran PAK musim sebelumnya. Yakni sekitar Rp 7,5 miliar. "Kami belum bisa menyebut besarannya karena masih dalam pembahasan," katanya.

Sementara itu selain dari PAK, Nur Muhyar juga memastikan bahwa untuk musim depan Persik juga akan mendapatkan dana dari APBD. Sehingga tim berkostum khas ungu-ungu tersebut tetap akan bisa berlaga meski hanya di divisi utama. "Anggaran tetap kami sediakan, di manapun level komopetisi yang akan diikuti oleh Persik," sebutnya.

Persija Harus Akui Keunggulan Persik

Persija Jakarta mengakui kelahannya 2-0 dari Persik Kediri dalam babak delapan besar Piala Indonesia (PI) di Stadion Brawijaya Kediri, Rabu (21/7/2010) sore.

Pengakuan itu disampaikan oleh Asisten Pelatih Persija, Maman Suryaman dalam jumpa pers. Mamang menyampaikan keunggulan lawannya, setelah Benny Dollo tidak dapat hadir di pers room.

"Permainan bola ada seri, ada kalah, dan ada yang menang. Kita akui hari ini kita kalah, dan kita akui Persik bermain lebih baik daripada saat main di Solo kemarin," ungkap Maman kepada sejumlah wartawan.

Penyebab kekalahan Macan Kemayoran, ungkap Maman, karena faktor fighting spirit atau semangat juang anak asuh Benny Dollo yang kurang. "Peluang kita hanya di babak pertama. Kalau itu menghasilkan, ceritanya lain. Tapi setelah itu tidak ada peluang, tidak ada yang bekerja, tidak ada yang bersemangat," keluh Maman.

Disinggung mengenai penguasaan permainan Persija pada menit-menit akhir namun gagal diselesaikan, Maman mengaku karena Persik mulai bertahan di belakang. "Sudah terlambat, karena para pemain Persik menjaga lini belakang mereka," kata Maman.

Apa yang disampaikan Maman dibenarkan pelatih Agus Yuwono. Ia mengaku sengaja memasang tiga striker pada babak kedua, dan memperkuat penjagaan di belakang. Hal itu, ungkap Agus, sebuat taktik agar dapat menjaga keunggulan atas Persija.

Dengan hasil akhir 2-0, maka Persik Kediri sukses menuju babak semifinal karena unggul agregat gol 5-4.

Rabu, 21 Juli 2010

Persija Taklukan Persik

Persija Jakarta menghentikan perlawanan ketat Persik Kediri pada laga pertama babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (17/7). Bertindak sebagai tuan rumah, Persija harus bekerja keras sebelum mengempaskan Persik 4-3.

Dalam duel itu, striker Bambang Pamungkas menunjukkan ketajamannya dengan mencetak hat-trick. Sementara, satu gol lagi dihasilkan Toure Pepe Abdoe.

Kemenangan menjadi modal berharga Persija untuk menyelesaikan laga kedua di kandang Persik di Kediri, Rabu (21/7). Persija hanya butuh hasil imbang untuk melaju ke semi-final.

Meski demikian, peluang Persik belum tertutup untuk menyingkirkan Persija. Mereka cukup menang 1-0 untuk lolos ke empat besar.

Persija yang berjuluk Macan Kemayoran akhirnya mengungguli Macan Putih meski harus menjamu lawannya di tempat netral. Hanya, Persija dipaksa bekerja keras. Bahkan Persik unggul lebih dulu saat Yongki Aribowo mencetak gol pada menit ke-41.

Gol itu tidak terlepas dari kesalahan kiper M. Yasir yang hendak membuang bola. Namun, bola
tendangan Yasir justru mengenai Yongki dan meluncur ke gawang Persija.

Tertinggal 1-0 tak membuat pemain Persija patah semangat. Mereka tetap melakukan tekanan terhadap pertahanan Persik.

Usaha pasukan Benny Dollo tak sia-sia. Gol yang menyamakan kedudukan akhirnya tercipta menjelang babak pertama usai. Gol itu dihasilkan oleh Bambang. Gol itu terjadi akibat salah pengertian antara OK John dan Herman saat mengantisipasi umpan Leonard Tupamahu. Kesalahan itu kemudian dimanfaatkan oleh BP.

Menutup babak pertama dengan skor 1-1 menjadikan Persija lebih bergairah untuk menambah gol. Dengan mengandalkan trisula lini depan Aliyudin, Bambang dan Serge Emalue, Persik harus bekerja keras memperkuat pertahanan.

Serangan cepat Persija di babak kedua langsung membuahkan hasil saat pertandingan baru berjalan satu menit.

Bambang kembali membobol gawang Persik setelah memanfaatkan kesalahan pemain lawan. Gol itu terjadi akibat salah pengertian antara OK John dan Herman saat mengantisipasi umpan Leonard Tupamahu. Kesalahan itu kemudian dimanfaatkan oleh BP.

Persik mampu mencetak gol pertama pada menit ke-41 melalui striker Yongki Aribowo memanfaatkan blunder yang dilakukan M Yasir. Bermaksud membuang bola, tendangan Yasir justru mengenai dada Yongki dan langsung masuk ke gawang Persija yang kosong.

Persija tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Salah pengertian yang terjadi antara OK John dan kiper Herman dalam mengantisipasi umpan Leonard Tupamahu berhasil dimanfaatkan Bambang mencetak gol pertamanya pada pertandingan ini menit ke-45.

Persija langsung menyerang di awal babak kedua dan usaha tersebut langsung membuahkan hasil ketika Bambang mencetak gol keduanya pada pertandingan itu saat babak kedua baru berjalan satu menit.

Memanfaatkan umpan silang M Ilham dari sisi kiri pertahanan Persik, Bambang yang lolos dari
penjagaan OK John tak menemui kesulitan untuk menaklukkan Herman.

Hanya, Persik berhasil menyamakan kedudukan setelah kiper Yasir kembali melakukan kesalahan yang tidak perlu. Bermaksud mengantisipasi umpan silang, bola justru lepas dari tangan Yasir. Kesalahan itu dimanfaatkan oleh Yongki yang melepaskan tendangan ke gawang.

Melihat kiper yang melakukan kesalahan mendorong Benny Dollo melakukan pergantian kiper. Dia kemudian memasukkkan kiper Roni Tri Prasnanto pada menit ke-56.

Kedudukan 2-2 tak berlangsung lama. Persija kembali unggul melalui sundulan Toure Pape Abdoe yang memanfaatkan tendangan sudut dari Firman Utina menit ke-60. Sedangkan Bambang mencetak gol ketiga sekaligus melengkapi hat-trick pada menit ke-70.

Persik masih bisa memperkecil ketinggalannya. Wawan Widiantoro berhasil mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 4-3. Ia memanfaatkan bola muntah hasil tendangan bebas Harianto.