Jumat, 30 Juli 2010

Arema Tantang Sriwijaya Di Final Piala Indonesia

Arema Indonesia melaju ke final Piala Indonesia setelah menghancurkan Persik Kediri dengan skor telak 4-0 di babak semifinal. Keempat gol "Singo Edan" masing-masing dicetak Irfan Raditya, M. Ridhuan, M. Fakhrudin dan Rahmat Afandi.

Bagi Arema, ini merupakan final ketiga setelah sebelumnya di tahun 2005 dan 2006 sukses menjadi kampiun. Di final kali ini, tim besutan Robert Rene Alberts akan bertemu sang juara bertahan, Sriwijaya FC, yang kemarin sukses mengalahkan Persipura Jayapura lewat drama babak penalti 5-3.

Sedangkan bagi Persik, mereka gagal menorehkan sejarah lagi setelah sukses menembus semifinal kali ini. Namun mereka masih memiliki peluang untuk meraih peringkat ketiga melawan Persipura pada Sabtu 31 Juli nanti.

Bermain di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, kedua tim tampil semangat mengingat duel ini bertajuk "derby Jawa Timur". Wajar, jika di awal-awal laga, permainan keras ditampilkan kedua tim yang membuat pertandingan sedikit panas.

Setelah bermain imbang tanpa gol di babak pertama, Arema membuka keunggulan di menit ke-48 melalui Irfan. Berawal dari tendangan spekulasi kapten Pierre Njanka, Irfan tinggal meneruskan bola yang membuat kiper Persik, Fauzi Toldo hanya terkesima.

Di menit ke-52, gelandang enerjik Singapura, M. Ridhuan menambah keunggulan Arema menjadi 2-0 melalui tendangan volinya yang indah.

Ingin mengejar ketertinggalan, pelatih Persik, Agus Yuwono, memasukkan penyerang Saktiawan Sinaga. Sayang, beberapa kali usaha mereka untuk menjebol gawang Arema, selalu kandas akibat disiplinnya lini pertahanan mereka.

Petaka menimpa Persik di menit ke-81 usai Toldo diganjar kartu merah langsung oleh wasit asal Bandung, Oki Dwi Putra, karena melakukan pelanggaran keras terhadap Alam Shah. Karena telah melakukan pergantian tiga pemain, terpaksa gelandang Wawan Widiantoro yang baru masuk di babak kedua menggantikan posisi Toldo menjadi kiper.

Tak ayal, dua gol langsung tercipta di sepuluh menit terakhir melalui M. Fakhrudin (88) dan pemain penganti, Rahmat Afandi (89) yang baru beberapa menit masuk.

Sedianya, final akan dipindah dari Stadion Gelora Delta ke Stadion Manahan, Solo pada 1 Agustus nanti. Bagi SFC, ini peluang mereka untuk mempertahankan gelar yang mereka sandang musim lalu. Sedangkan bagi Arema, ini kesempatan mereka untuk mengawinkan gelar usai sebelumnya meraih gelar juara di Liga Super Indonesia musim lalu, sekaligus menyamai prestasi SFC yang pernah mereka lakukan di musim 2007/2008.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar