Dua sayap Persik Kediri, Mahyadi Panggabean dan Khusnul Yuli, bakal dikawal ketat oleh para pemain Arema Indonesia ketika melakoni babak semifinal yang mempertemukan kedua tim itu di Stadion Delta Sidoarjo, Rabu (28/7).
Asisten pelatih Arema Indonesia, Liestiadi, Senin lalu, mengakui, aliran bola dan serangan tim Persik Kediri yang mampu mengandaskan Persija Jakarta di babak perempat final lalu berasal dari dua sayap tim berjuluk Macan Putih itu.
"Kita sudah pelajari secara cermat, dan ternyata kunci kemenangan Persik ketika meladeni Persija adalah dua sayapnya yang secara efektif dan aktif mengirimkan aliran bola melalui crossing panjang," ujarnya.
Menurut dia, umpan-umpan silang (crossing) yang langsung ke area penalti dari dua sayap ini sangat berbahaya, apalagi dua penyerang Persik yang diisi Yongki Aribowo dan Saktiawan Sinaga juga cukup berbahaya.
Karena itu, lanjutnya, pelatih Robert Rene Alberts menginstruksikan para pemain Singo Edan harus mampu memotong aliran bola tersebut, jangan sampai memberi ruang bebas bagi pemain sayap Persik mengirim umpan ke area pertahanan Arema.
Selain kedua pemain sayap tersebut, katanya, seluruh pemain Arema juga diinstruksikan tidak memberikan ruang gerak bagi seluruh pemain Persik.
"Kalau strategi ini bisa dijalankan dengan baik, kami yakin bisa mematikan setiap serangan yang dibangun para pemain Persik. Sebab, Persik bukan tim yang ringan untuk ditaklukkan," ucapnya menegaskan.
Hanya saja, hingga menjelang digelarnya babak semifinal Piala Indonesia tersebut, tim pelatih Arema Indonesia masih belum bisa menyusun formasi yang bakal diturunkan karena beberapa pemainnya mengalami cedera.
Sementara satu pemain Arema Indonesia, yakni Dendy Santoso, dipastikan tidak bisa diturunkan karena diganjar kartu merah oleh wasit Olehadi ketika meladeni Persib bandung pada leg kedua babak delapan besar lalu.
Selain Dendy Santoso yang dipastikan tidak bisa diturunkan, beberapa pemain Arema lainnya juga terancam tak bisa memperkuat tim karena cedera, seperti Rachmad Affandi dan Sunarto. Sedangkan kiper utama Arema, Kurnia Meiga, juga mengalami demam.
Hengkangnya pemain tengah Esteban Guillen cukup berpengaruh terhadap performa Arema Indonesia. Kondisi permainan Arema di ajang Liga Super Indonesia (LSI) 2009/ 2010 dengan Piala Indonesia sangat jauh berbeda.
Keberadaan Esteban Guillen, yang kini sudah kembali ke Uruguay, itu mampu menghidupkan permainan Arema, bahkan lini belakang juga "sedikit" terselamatkan dari gempuran tim lawan.
Sementara Persik bertekad lolos final dengan mengalahkan Arema Indonesia. "Kami bertekad lolos ke final Piala Indonesia, walaupun Arema adalah lawan yang berat," kata pelatih Persik Kediri, Agus Yuwono, ditemui usai latihan di Stadion Brawijaya Kediri, Senin lalu.
Ia mengatakan, tim yang berjuluk Singo Edan tersebut memang bukan tim sembarangan. Selain sudah menunjukkan kualitasnya dengan meraih tahta Liga Super Indonesia, tim ini juga memunyai pelatih yang cukup bagus. Walaupun begitu, ia tidak ingin hal tersebut menjadi kendala. "Saya tidak ingin pulang dengan tertunduk," katanya menegaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar