Rabu, 08 Juni 2011

Joko Driyono Ingin Kongres Momentum Kebangkitan PSSI

Jakarta - Anggota Komite Normalisasi Joko Driyono berharap Kongres PSSI 30 Juni nanti bisa menjadi momentum kebangkitan sepakbola Indonesia.

Seperti diketahui, Kongres PSSI telah mengalami dua kali kegagalan. Pertama, Kongres pada 26 Maret silam dengan agenda pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan di Hotel Premiere, Pekanbaru, berakhir ricuh.

Kongres PSSI kedua yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, 20 Mei silam dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum, Wakil ketua Umum, dan sembilan Anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2014 berakhir dengan deadlock.

Terkait hal itu, Pria asal Ngawi Jatim ini mengharapkan agar Kongres Luar Biasa PSSI yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, 30 Juni mendatang bisa menjadi momentum kebangkitan persepakbolaan nasional.

"Persepakbolaan kita ini sekarang sedang dalam posisi decline. Kalau diibaratkan pesawat, kita sedang dalam posisi menukik dan terhempas di tanah,” ujarnya.

Tapi, kami ingin persepakbolaan Indonesia itu seperti pegas yang dapat kembali memantul ketika membentur tanah. Bukannya, seperti sebuah semangka yang langsung hancur jika membentur tanah dari kettinggian.

Soal potensi kongres bakal kembali ricuh, Joko mengatakan, "Pengamanan menjadi konsentasi kami. Tapi kami tidak terlalu berlebihan. Komite Normalisasi ingin membawa suasana menjadi kongres organisasi olahraga. Kita ingin membawa kenyamanan dalam kongres dan meningkat kepada keteraturan." Jika kongres nanti kembali gagal, maka otomatis Indonesia dibekukan oleh FIFA mulai 1 Juli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar